Senin, 04 Juli 2016

Syarat-syarat sah puasa


Banyak sekali problematika ummat saat ini yang menyepelehkan hal-hal yang menyebabkan sahnya suatu perkara karena perkara itu tidak akan dapat kita ambil faedahnya lantaran kita sendiri menyepelehkannya dan suatu perkara bahkan tidak akan tercapai tanpa dilandasi suatu syarat.pada ulasan kali inilah saya akan menjelaskan sedikit syarat-syarat sahnya puasa namun mudah diterima oleh para kalangan masyarakat umum utamanya bagi para calon generasi ummat muslim di zaman ini.pembahasan ini sedikit saya nukil dari kita “miftahu baburrayyan”karangan al ustadz abdullah murtadla. ada 4 perkara yang menyebabkan sahnya puasa.diantaranya;

1.)ISLAM
tidak sah bagi orang kafir andaikan murtad sesaat saja.maka batal lah  puasanya

2.)BERAKAL
 maka tidak sah bagi orang yang gila

3.)SUCI dari haid dan nifas
maka tidak sah bagi orang yang haid dan nifas bahkan diharamkan bagi seseorang wanita yang masih memaksakan dirinya untuk berpuasa dan ditakutkan ibadahnya akan rusak.

4.)MENGETAHUI waktu diperbolehkannya berpuasa
artinya  tidak termasuk dari hari yg diharamka untuk berpuasa.

            Saya tambahi ulasan kali ini agar dapat dijadikan tambahan bagi para pembaca yang budiman dalam memahami syarat sah yang ke 4 .adapun hari hari yang di haramkan berpuasa diantaranya adalah:
·       .Hari ied :artinya hari idul adha dan idul fitri sekalipun seseorang bernadzar didalamnya

·        Hari tasyrik :yakni hari ke 11 ,12,13 dari dulhijjah

·      Hari syakh tanpa sebab :yakni tanggal 30 dari bulan sya’ban apabila tidak melihat hilal pada malam tersebut sedangkan beberapa orang sudah berbicara melihat namun tidak ada bukti nyata atau bahkan ada yang melihat dan ditolak persaksiannya seperti anak kecil dan orang fasik.karena rasulullah saw bersabda :”man sooma yauumu syakh faqad ‘ashoo abal qoosimu”  barang siapa yang berpuasa syakh maka sungguh bermaksiat orang itu

·       
     Separuh terakhir di bulan sya’ban:rasulullah saw bersabda :”idaa tashofa sya’bana falaa tashuumuu” apabila telah mencapai separuh bulan sya’ban maka janganlah kalian berpuasa

SUNNAH SUNNAH PUASA RAMADHAN


Berikut dibawah ini merupakan sunnah sunnah yang telah diajarkan oleh baginda nabi muhammad saw ketika beliau berpuasa di bulan ramadhan.ada 17 perkara di dalam beberapa kitab yang masyhur,diantaranya:

1.)Menyegerakan berbuka puasa.

2.)Sahur walaupun dengan seteguk air.

3.)Mengakhirkan sahur

4.)Berbuka dengan kurma atau makanan yang manis manis atau air zamzam  dan air putih

5.)Melakukan do’a saat berbuka puasa

6.)Memberi buka orang yang berpuasa

7.)Mandi dari junub sebelum subuh(agar keluar dari perpedaan pendapat)

8.)Mandi di setiap malam dari bulan bulan ramadhan setelah maghrib

9.)Menjaga sholat taraweh dan malam malam terakhir dari bulan ramadhan

10.)Sangat menjaga sholat witir

11.)Memperbanyak dari membaca al qur’an dan mentadabburinya

12.)Memperbanyak sunnah sunnnah

13.)Memperbanyak amal amal sholeh

14.)Bersungguh sungguh di 10 terakhir di bulan ramadhan sambil memantau malam lailatul qadar

15.)Makan makanan yang halal

16.)Memperluas kekeluargaan

17.)Meninggalkan perbuatan yang tidak ada artinya

Keutamaan-keutamaan dibulan ramadhan



Berbicara tentang keutamaan-keutamaan di bulan yang magfirah ini tentunya tidak akan ada habis-habisnya karena banyak sekali faedah-faedah atau keutamaan keutamaan di dalamnya.langsung saja kami kupas pembahasan tentang faedah-faedah atau keutamaan keutamaan didalamnya.

: قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : (( إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين )) رواه البخاري ومسلم   

Artinya:”apabila telah datang bulan ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga,dan ditutuplah pintu-pintu neraka,dan dibelenggulah syetan-syetan”(HR.BUKHARI DAN MUSLIM)

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم( فيه ليلةٌ خيرٌ من ألفِ شهرٍ ، مَنْ حُرمَ خَيرَهَا فقد حُرِم ) النسائي في رواية

Artinya:”didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan dan barang siapa yang dimuliakan kebaikannya makasungguh telah dimuliakan”(HR,AN-NISA’I)

Penjelasan :yaitu barang siapa yang memuliakan malam-malamnya dengan ibadah maka sungguh ia telah dimuliakan dengan pahala orang yang agung,yang allah sendiri yang telah menyiapkan bagi  orang orang yang melakukannya.

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم( من صام رمضان وقامه إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه ، ومن قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه )أخرجه البخاري

Artinya:”barang siapa yang berpuasa ramadhan dan mendirikan (malam-malamnya)karena keimanan dan mengharap pahala maka diampuni baginya apa yang telah berlalu dari dosanya,dan barang siapa yang menjumpai malam lailatul qadr karena keimanan dan mengharap pahala maka allah akan mengampuni apa yang telah berlalu dari dosanya”(HR.BUKHARI)

للبخاري ، ومسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً : (( قال الله تعالى كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به ، والصيام جُنَّة  

Artinya:”Milik imam bukhari dan muslim dari abu hurairah r.a dari hadits marfu’(berkata rasulallah saw:”seluruh amal dari anak adam adalah miliknya sendiri terkecuali berpuasa dan sesungguhnya ia adalah milikku (allah swt)dan aku sendirilah yang membalasnya dan puasa sebagai pelindung”)

Penjelasan (pelindung):yaitu pemelihara dari maksiat atau kokohnya penghalang dari neraka.jika kita berpuasa maka janganlah sekali-kali kita berkata keji,berteriak-teriak,dan apabila seseorang memaki kita maka ucapkan lah :”sesungguhnya saya adalah orang yg berpuasa”.

Dan juga perlu diketahui bahwasanya bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi allah swt dari bau misik  dan orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan yakni:1.)bergembira dengan buka puasanya
          2.)apabila bertemu dengan allah swt.maka dia    senang dengan puasanya


Sahabat SALMAN AL FARISI ra yang diriwayatkan oleh khuzaimah dan baihaqqi serta ibnu hibban berkata (salman):”wahai manusia sungguh kalian telah dibayangi oleh bulan yang agung dan barakah .dan bulan yang mana didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan (83 tahun 4 bulan).dan allah telah menjadikan didalamnya puasa sebagai kewajiban dan qiyamullaili sebagai kesunnahan,barang siapa yang mendekatkan diri dengan suatu hal dari kebaikan seperti menunaikan kefarduan di bulan ramadhan  maka sama saja seperti menunaikan tujuh puluh kali kefarduan di selain bulan ramadhan.karena bulan ini merupakan bulan kesabaran,dan kesabaran balasannya adalah surga serta allah swt juga akan menambah rizkinya.barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa maka kita akan mendapatkan magfirah allah dari dosa-dosanya dan dihindarkan dari neraka serta kita akan mendapat pahala yang sama seperti orang yang telah kita beri makan”.

Perlu di garis bawahi bahwasanya puasa dan al qur’an bisa mensyafaati kita di hari kiamat kelak.dan pada hari kiamat kelak puasa akan berkata:”wahai tuhanku engkau mencegah dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah syafaat kepadaku(puasa)”.sedangkan al qur’an juga berkata:”engkau mencegah dari tidur pada malam hari maka berilah syafaat kepadaku(puasa).maka keduanya langsung memberikan syafaatnya kepada pemilik keduanya.

Puasa di 10 hari awal merupakan rahmat
Puasa di 10 hari tengah merupakan magfirah (ampunan)
Puasa di 10 hari akhir merupakan pembebasan dari neraka

Dan perbanyaklah didalamnya 4 hal yang allah swt ridha kepada kita:
1).syahadat
2).istighfar
3).meminta surganya allah dan meminta pembebasan dari neraka
4).dan memberi makan atau minum orang yang berpuasa
“barang siapa yang memberi minum orang yang berpuasa walaupun hanya        seteguk,maka allah akan memberinya minum dari telaganya sehingga tidak akan haus selamanya hingga ia sampai masuk surga”.


BULAN SUCI RAMADHAN

   

Bulan suci ramadhan merupakan bulan ke sembilan dari bulan-bulan arab dan juga merupakan paling utamanya bulan. Dan dinamakan bulan ramadhan karena telah dikatakan bahwasanya ketika orang arab menentukan nama-nama bulan bertepatan dengan bulan ini pastilah cuaca di daerah tersebut sangat panas. Dan tak kalah menariknya bulan ini juga disebut dengan bulan pelebur dosa dan membakarnya (dosa).allah swt berfirman dalam surah al-baqarah ayat 185;


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Itulah merupakan firman allah swt yang berupa anjuran berpuasa pada bulan suci ramadhan  untuk seluruh ummat nabi muhammad saw  yang mana di dalamnya turunlah al qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelas dari petunjuk dan pembeda .