Hallo sobat..
namaku
salman al farisyi, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim,
Malang. Kali ini aku akan bercerita terkait pengalamanku belajar dikampus ini
dan bertemu seseorang yang biasa aja si tapi keren dan unik. bisa dibilang
dosen, kakak, ataupun teman juga bisa. Terserah sih kita nganggepnya apa,
beliaunya engga akan keberatan kok sobat. anti mainstream bukan?.
Kenapa
aku anggap dosen? Memang beliau seorang dosen di kampusku. Beliau mengajar mata
kuliah kewarganegaraan pada semester dua, Fakultas Ekonomi. Beliau terkenal
dengan dosen paling santai, asik, receh, dan sabar. Semua anak fakultas ekonomi
tau kok sama beliau, Mmm gak semuanya sih. Hanya mahasiswa yang memilih mata
kuliah beliau saja . Tapi aku yakin mata kuliah beliau selalu menjadi buruan
mahasiswa. Apalagi mahasiswa seperti aku yang gak demen sama tugas-tugas numpuk
dan gajelas wkwk.
Kenapa
aku anggap kakak? Karena emang permintaan dari beliau sih dipanggil cak ataupun
bro. biar serasa lebih muda katanya hehe. Emang beliau tua? Ngga sih beliau
masih muda kok. Gak heran beliau berpenampilan layaknya anak muda seperti
remaja-remaja jaman sekarang. Bahasa yang beliau gunakan pun sangat santai dan
tidak membuat gugup kami para mahasiswanya. Eh adiknya hehe.
Tidak
hanya di ruang kelas saja kita menjalin kehangatan berkomunikasi. Di ruang
online pun sama. Ya walaupun sebagian dari kami kadang ada yang ngacangin
percakapan beliau wkwk. tapi hati-hati loh sobat. Beliau juga diem-diem hobi
stalking in kita loh. Eits jangan suudzan dulu sobat. Stalking disini bukan
berarti ingin berburu layaknya singa ditengah hutan loh sobat wkwk. stalking
yang aku maksud berarti memantau para mahasiswanya. Utamanya dalam bersosial
media hehe. Menurut aku, Sudah seharusnya semua pengajar untuk selalu memantau
anak didiknya baik didalam maupun diluar ruang belajar hehe.
Kenapa
aku anggap teman? Karena ruang sosial kami dengan beliau begitu dekat dan
bersahabat. Ya mungkin hal ini merupakan cara beliau untuk membuat kami tenang
pada jam kuliah dan enjoy tapi fokus didalam diskusi. Suasana pun ikut berubah
sobat. Tak jarang kebanyak mahasiswa aktif didalam diskusi bersama beliau. Hal
ini perlu rasanya diterapkan untuk para pengajar yang lain agar ruang belajar
semakin efektif dan efesien.
Tapi,
ada beberapa hal juga sih yang perlu saya tuliskan dicerita ini. Mungkin ini
akan dijadikan pelajaran untuk diri saya sendiri dan orang lain. Jadi, beliau
juga sering telat loh sobat hehe. Ya bagi sebagian kurang nyaman dengan hal ini
dan sebagian yang lain seperti aku ya suka-suka aja. Ya keterlambatan masuk
kelas beliau bukan karena kesengajaan loh sobat. Ya tau sendiri. Malang tidak
pernah luput dari kemacetan hehe.
Kemudian
didalam belajar di kelas, silabus bukan menjadi acuan kami. Akan tetapi beliau
membebaskan kami yang memilih bahan ajar atau mencari materi sendiri. Dan
teruntuk satu semester ini kami diajarkan arti sebuah karya. Ya, kami dibentuk
tim untuk melukiskan karya melalui sebuah film. Semua mahasiswa sangat antusias
dengan hal ini. walaupun berujung tidak
bisa kami lanjutkan karena pandemi covid-19 ini. Sangat disayangkan bukan?
Pandemi
ini bukan penghalang kami sebagai murid beliau untuk berhenti berkarya.
Walaupun kami tidak lagi bisa melanjutkan proyek film itu, tetap beliau cari
cara lain agar kami tetap menciptakan sebuah karya. Bukan sebuah film, melaikan
sebuah tulisan yang bisa dinikmati masyarakat luas. Seperti apa yang saya tulis
ini hehe.
Hal
yang paling aku suka dari pak, cak, mas edi adalah lelucon beliau. Lelucon yang
mampu merubah suasana kelas menjadi lebih cair. Dan yang kedua adalah beliau
orang yang gemar menghargai orang lain. Yang ketiga adalah cara penyajian
materi beliau dapet banget sobat. Walaupun santai tapi kita mudah memahami. Yang
keempat beliau suka bercerita dan berdialog, hal ini tentunya sangat membantu
mahasiswa dalam melatih skill berbicara
mereka.
Teruntuk
bapak edi yang saya cintai eak wkwk. semoga bapak selalu berada dalam
lindunganNya. Terima kasih atas pelajaran yang telah bapak ajarkan kepada kami.
Saya salman al farisyi mohon maaf yang sebesar-besarnya mengucapkan
banyak-banyak maaf apabila tulisan saya menyinggung perasaan bapak.
Wassalam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar