Sabtu, 09 Mei 2020

Dosen anti mainstream


Hallo sobat..

namaku salman al farisyi, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Kali ini aku akan bercerita terkait pengalamanku belajar dikampus ini dan bertemu seseorang yang biasa aja si tapi keren dan unik. bisa dibilang dosen, kakak, ataupun teman juga bisa. Terserah sih kita nganggepnya apa, beliaunya engga akan keberatan kok sobat. anti mainstream bukan?.

Kenapa aku anggap dosen? Memang beliau seorang dosen di kampusku. Beliau mengajar mata kuliah kewarganegaraan pada semester dua, Fakultas Ekonomi. Beliau terkenal dengan dosen paling santai, asik, receh, dan sabar. Semua anak fakultas ekonomi tau kok sama beliau, Mmm gak semuanya sih. Hanya mahasiswa yang memilih mata kuliah beliau saja . Tapi aku yakin mata kuliah beliau selalu menjadi buruan mahasiswa. Apalagi mahasiswa seperti aku yang gak demen sama tugas-tugas numpuk dan gajelas wkwk.

Kenapa aku anggap kakak? Karena emang permintaan dari beliau sih dipanggil cak ataupun bro. biar serasa lebih muda katanya hehe. Emang beliau tua? Ngga sih beliau masih muda kok. Gak heran beliau berpenampilan layaknya anak muda seperti remaja-remaja jaman sekarang. Bahasa yang beliau gunakan pun sangat santai dan tidak membuat gugup kami para mahasiswanya. Eh adiknya hehe.

Tidak hanya di ruang kelas saja kita menjalin kehangatan berkomunikasi. Di ruang online pun sama. Ya walaupun sebagian dari kami kadang ada yang ngacangin percakapan beliau wkwk. tapi hati-hati loh sobat. Beliau juga diem-diem hobi stalking in kita loh. Eits jangan suudzan dulu sobat. Stalking disini bukan berarti ingin berburu layaknya singa ditengah hutan loh sobat wkwk. stalking yang aku maksud berarti memantau para mahasiswanya. Utamanya dalam bersosial media hehe. Menurut aku, Sudah seharusnya semua pengajar untuk selalu memantau anak didiknya baik didalam maupun diluar ruang belajar hehe.
Kenapa aku anggap teman? Karena ruang sosial kami dengan beliau begitu dekat dan bersahabat. Ya mungkin hal ini merupakan cara beliau untuk membuat kami tenang pada jam kuliah dan enjoy tapi fokus didalam diskusi. Suasana pun ikut berubah sobat. Tak jarang kebanyak mahasiswa aktif didalam diskusi bersama beliau. Hal ini perlu rasanya diterapkan untuk para pengajar yang lain agar ruang belajar semakin efektif dan efesien.
Tapi, ada beberapa hal juga sih yang perlu saya tuliskan dicerita ini. Mungkin ini akan dijadikan pelajaran untuk diri saya sendiri dan orang lain. Jadi, beliau juga sering telat loh sobat hehe. Ya bagi sebagian kurang nyaman dengan hal ini dan sebagian yang lain seperti aku ya suka-suka aja. Ya keterlambatan masuk kelas beliau bukan karena kesengajaan loh sobat. Ya tau sendiri. Malang tidak pernah luput dari kemacetan hehe.
Kemudian didalam belajar di kelas, silabus bukan menjadi acuan kami. Akan tetapi beliau membebaskan kami yang memilih bahan ajar atau mencari materi sendiri. Dan teruntuk satu semester ini kami diajarkan arti sebuah karya. Ya, kami dibentuk tim untuk melukiskan karya melalui sebuah film. Semua mahasiswa sangat antusias dengan hal ini.  walaupun berujung tidak bisa kami lanjutkan karena pandemi covid-19 ini. Sangat disayangkan bukan?
Pandemi ini bukan penghalang kami sebagai murid beliau untuk berhenti berkarya. Walaupun kami tidak lagi bisa melanjutkan proyek film itu, tetap beliau cari cara lain agar kami tetap menciptakan sebuah karya. Bukan sebuah film, melaikan sebuah tulisan yang bisa dinikmati masyarakat luas. Seperti apa yang saya tulis ini hehe.
Hal yang paling aku suka dari pak, cak, mas edi adalah lelucon beliau. Lelucon yang mampu merubah suasana kelas menjadi lebih cair. Dan yang kedua adalah beliau orang yang gemar menghargai orang lain. Yang ketiga adalah cara penyajian materi beliau dapet banget sobat. Walaupun santai tapi kita mudah memahami. Yang keempat beliau suka bercerita dan berdialog, hal ini tentunya sangat membantu mahasiswa dalam melatih skill berbicara mereka.
Teruntuk bapak edi yang saya cintai eak wkwk. semoga bapak selalu berada dalam lindunganNya. Terima kasih atas pelajaran yang telah bapak ajarkan kepada kami. Saya salman al farisyi mohon maaf yang sebesar-besarnya mengucapkan banyak-banyak maaf apabila tulisan saya menyinggung perasaan bapak.
Wassalam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar